Minggu, 13 Juni 2010

Love U Dad (even I seldom said so)

Aku ingat waktu kecil itu aku demam tinggi
Dan kau langsung membuka bajumu, menempelkan tubuhku yang juga telanjang ke punggungmu. Panasku pun segera mengalir ke tubuhmu. Aku pulas tertidur.

Aku ingat saat-saat kita pulang ke kampung sekeluarga.
Kau memutuskan mematikan suara tape mobil, karena kau mulai bernyanyi lagu batak.
Semenit kemudian, kau sudah mengambil suara 3 dan aku mengambil suara 1. Kita semua lengkap bernyanyi 4 suara.

Aku juga ingat sisir yang memukulku, warnanya merah. Itu karena aku tidak mau tidur siang. Aku bilang “Bapak jahat.”. Dan sampai sekarang aku belum bilang menyesal karena pernah mengatakan itu padamu. Maaf Pak.

Aku paling ingat saat masalah-masalah itu menyerempetmu. Aku kira titik terendah itu akan menjadi kehancuranmu. Tapi itu malah kau jadikan kesaksian bagi orang lain dan kesaksian itu menjadi berkat bagi yang mendengar.

Dan sekarang, saat kerikil-kerikil ini menghalangi, aku percaya kau dapat melaluinya. Karena hujan batu bahkan pernah kau rasakan. Tuhan menyertaimu dulu Pak, dan Tuhan yang sama juga akan menuntunmu menjalani semua.

Selamat ulang tahun ke-60 Pak. Teladanku dan kekuatanku. Kau tahu aku sangat menyayangimu meski aku jarang berkata seperti itu.

Tanjungpinang, 13 Juni 2010.