Kamis, 18 Juni 2015

Hiking ke Gunung Talang, Sumatera Barat

All Tim Gunung Talang sebelum naik
"Hati2 ketagihan lho.."...itu kira2 yang dibilang teman saya Roro Anindya, seorang wanita summit, ke saya setelah berhasil ke puncak Gg. Marapi. Dan saya termasuk dalam orang2 yang ketagihan dgn hiking. Baru saja awal Februari naik Gg. Marapi, 2 bulan setelahnya saya naik Gg. Talang.

Trip kali ini kita open trip dgn ngajak teman2 lain sampai buat poster. Alhasil dalam 3 minggu terkumpul 28 org, asalnya dari mana2 aja : pekanbaru, rengat, air molek, kerinci, perawang, pasir dan teman2 mahasiswa yang kece dari Batusangkar dan Padang. Kita berangkat tgl 25 Maret malem jam 23.00 dengan iringan 4 mobil penumpang dan 1 mobil barang.

Jalan awal penuh kebun teh
Untuk naik ke Gg. Talang kita stop di kota Solok, 8 jam dari pekanbaru atau 1.5 jam dr Padang. Perjalanan dr Pekanbaru-Solok di pagi hari akan sangat indah karena melewati pemandangan alam di Batusangkar, Danau Singkarak dan perkebunan teh sepanjang Solok.

Pos Pendaftaran Gg.Talang
Sampai di gate hiking, kami mendaftar dan prepare untuk naik 1 jam berikutnya. Jalur awal cukup menyenangkan karena melewati perkebunan teh hijau, kontur tanah yang masih cukup panjang dan berbatu namun landai. Jalan cukup lebar dan masih bisa dilewati mobil.

Sampai di jalur setapak, jalanan sudah tanah saja dan naik terus walau tidak terlalu terjal. Gg. Talang melewati 54 milestone hingga puncak. Tidak pasti juga per milestone jaraknya berapa meter.

Tanjakan > 75°pakai tali 
Dari ketinggian gunung, harusnya Gg. Talang lebih ringan dr Gg. Marapi. Namun saya salah... kita tidak bisa membandingkan per gunung tracknya lebih susah atau lebih gampang. Masing2 ada tantangannya yang berbeda. Di Gg. Talang ini saya berhadapan dengan jalur yang terus menanjak, namun tanahnya cukup licin dan becek. Agak menyulitkan untuk melangkah dan menapak karena badan menahan agar tidak terpeleset. Yang menarik dan berbeda adalah ada jalur mendaki dengan kemiringan hingga lebih 75° dan untungnya dilengkapi dengan bantuan tali tambang. Sehingga kekuatan tangan juga diuji untuk dakian sekitar 5m.

Kemah di ujung sana
Berangkat dari jam 12 siang, kami sampai sekitar jam 9 malam. Cukup normal dan juga dikarenakan frekwensi istirahat di jalan relatif sedikit. Para pendaki memang harus siap dengan kondisi jalur yang terus naik dan tempat berisirahat dengan tanah yang datar cukup minim di sepanjang jalan. Siapkan juga air minum yang cukup karena mata air hanya di awal jalan setapak dan di tempat berkemah.

Setelah tiba di pos 54 (lapangan berkemah), kondisi sekitar sudah tidak kelihatan karena gelap dan pas dating ada badai dan kabut tebal, sehinggan kami langsung memasang tenda dan membuat api unggun. Setelah makan, kami segera tidur dengan nyenyaknya. Iya..kali ini saya bisa tidur dgn sangat nyenyak di gunung krn bawa matras dan sleeping bag. Aye!

Danau Atas & Bawaj dari Puncak Gg.Talang
Untuk sampai ke puncak, kita harus mendaki lagi 2 jam. Karena nyenyaknya tidur, kami agak terlambat naik. Baru bergerak jam 4 subuh pagi. Jalur naik ke puncak cukup menantang dan berbahaya. Sebaiknya bawa barang secukupnya dan konsentrasi, karena tanahnya berbatu kerikil kurang stabil dan terus mendaki di pinggir jurang. Rumput-rumputlah yang cukup membantu kita untuk pegangan naik.
Mendekati puncak, kita menemukan pohon yang rantingnya tanpa daun. Tempat yang cocok untuk foto atau prewed (kalo mau ^^). Matahari pas datang ketika kami tiba di puncak. Dingin pun hilang karena diterpa cahaya mentari.

Summit!
Ada rasa tenang dan bahagia saat mencapai puncak saat mentari pagi tepat datang menyapa. Semakin girang ketika melihat arakan awan semakin menghiasi dan langit berwarna-warni jingga. Momen puncak ini yang dinanti. Untuk berhenti diam sejenak, dan melihat cakrawala luas. Melihat lukisan bertemunya pegunungan dengan 3 danaunya menghiasi bertemu dengan langit pagi di suatu haris temu di ujung sana.

Berpesta di puncak Gg. Talang
Saya pun bergabung dengan teman-teman lainnya yang sudah duluan sampai dan semakin bahagia melihat mereka ketawa riang karena sama-sama berhasil sampai puncak. Dari puncak Gunung Talang ini kita bisa melihat kota Solok dengan 3 danaunya, Danau Atas, Danau Bawah dan Danau Singkarak serta hamparan perkebunan teh. Gunung Talang memiliki kawah aktif dan masih mengeluarkan bau belerang, namun cukup sempit dan terjal, sehingga tidak dapat kelihatan dari posisi kami berdiri. Untuk melihatnya, kita harus semakin mendekat ke kawah atau naik lagi ke titik puncak selanjutnya yang berjarak setengah jam pulang pergi. Tapi , kami putuskan untuk tidak kesana karena suplai minuman yang sangat minim. Banyak yang lupa membawa minuman masing-masing, sehingga tim kekurangan makanan dan minuman.


Masih 'berpesta'
Selesai ‘berpesta’ dan berfoto, asap dan bau belerang sudah mulai naik dan sedikit menusuk, sehingga kami putuskan untuk turun. Untuk turun pun  menjadi cerita yang berbeda karena kontur tanah yang tidak stabil tadi, sehingga kita harus ekstra hati-hati. Sampai di kemah, kami sarapan dan berkemas. Ohya, air di kawasan cadas ini cukup banyak, namun harus bisa memilih air mana yang akan digunakan untuk minum, karena ada rasanya yang sedikit berasa belerang dan mengendap.

Kami mulai turun sekitaran jam 10 siang dan sampai di bawah sekitar jam 4 sore, dengan catatan cidera pergelangan kaki 2 orang. Hehe.. Ohya, saat di kaki gunung akan ada warung persinggahan yang menyediakan minuman dan snack seadanya serta kamar mandi untuk mandi atau sekedar berbasuh di sungai. Jadi tempat yang baik juga untuk berinteraksi dengan pendaki lainnya.

Turun sebelum belerang naik
Setiap perjalanan akan berkesan, dan kali ini perjalanan ke Gunung Talang berkesan karena saya mendapat pelajaran bahwa kita tidak bisa menganggap sepele sesuatu hal, dalam hal ini Gunung Talang dengan ketinggian 2651 mdpl lebih rendah dari Gg. Merapi, tapi jalur dakiannya ternyata lebih rumit dan menantang daripada Gg. Merapi. Kemudian akan sangat menyenangkan melakukan trip dengan banyak orang (sampai 28 orang) saat satu sama lain saling memperhatikan, perduli, mau berbagi dan mau saling membantu.


Abaikan foto ini ^^
Terakhir yang berkesan, sebelum berangkat saya baca blog tentang Gunung Talang dan bilang banyak lintahnya namun saya santai saja. Ternyata, sampai di warung persinggahan, saya melihat di sebelah jam tangan saya ada buntelan merah gendut...iya..saya kena isep lintah juga. Hehe.. anggap saja sapaan gunung dan pertinggal DNA saya sudah sampai di Gunung Talang. Sampai ketemu lagi!

2 komentar: